Bhayangkaraperdana-news Aceh Singkil, Pemda dan DPRK Kabupaten Aceh Singkil, DULMUSRID Bupati Aceh Singkil, HASANUDIN ARITONANG Ketua DPRK Aceh Singkil, Drs. DIRHAMSYAH Kepala Dinas KOMINFO Aceh Singkil dan Segenap jajaran mengucapkan;  SELAMAT HARI SUMPAH PEMUDA KE 92 , 28 oktober 1928 - 28 0ktober 2020.

Wujudkan Kesatuan dan persatuan Bangsa dengan semangat berkarya untuk kemajuan bangsa Indonesia yang maju dan Jaya. (MBP-Hitler)

Bhayangkaraperdana-news.com Aceh Singkil, Beberapa warga masyarakat memprotes Polisi Lalu Lintas (POLANTAS) Polres Aceh Singkil, disaat melakukan Razia kelengkapan surat-surat Kendaraan bermotor dan Helm, sehingga terjadi adu argumen dengan Kasat Lantas. 

Insiden itu terjadi di Simpang Empat Tugu Kota Rimo, Aceh Singkil, disaat Polisi melaksanakan Razia pukul 16:00 wib, Kamis(22/10/20).

Bermula dari seorang warga desa Rimo, Irfan, berjalan kaki melewati Polisi yang sedang melakukan Razia. Irfan menanyakan langsung terhadap Kasat Lantas, mengapa terlampau sering dilakukan Razia di Simpang Tugu-red, sehingga katanya warga ketakutan berbelanja dan imbasnya usaha bengkel Sepeda motor yang dibuka persis disamping tugu tersebut, menjadi sepi dan pendapatannya merosot.

Kasat Lantas Polres Aceh Singkil, IPDA.Muhammad Yogie Pratama, S.Tr.K, seketika menjawab keluhan Irfan, mengatakan bahwa dirinya beserta personil lainnya hanya menjalankan perintah Atasan sesuai amanah undang-undang tentang keselamatan dan kelengkapan kendaraan bermotor. Yogie juga menjelaskan bahwa Rezeki sudah diatur Allah, jadi menurutnya tidak ada hubungannya intensitas Razia Polantas dengan usaha bengkel atau perdangangan lainnya.

Tidak berselang lama, seorang warga Rimo, Anwar hakim, juga datang memprotes Langsung terhadap Kasat Lantas, bahwa dagangannya Toko pakayan disamping Pos Lantas itu sepi dari pembeli karena adanya Razia dua kali sehari. Perdebatan semakin sengit dan seraya puluhan warga berdatangan berkumpul menantang Sang Kasat dengan berbagai argumen. Suasana pun semakin padat disimpang tugu Simpang empat tersebut karena perdebatan warga dengan Kasat Lantas berdiri ditengah jalan pada sore itu. Faktanya, warga tidak terima dan mengeluhkan bahwa terlalu rutin diadakan Razia Kendaraan, apalagi disaat Pandemi Covid saat ini.

Melihat suasana perdebatan semakin tidak terarah, Kasat Yogie, mengajak warga ke Pos Lantas Rimo duduk bermusyawarah tentang keluhan warga akibat rutinitas Polisi melakukan Razia tersebut. Dengan karakter yang lembut dan ramah, IPDA Yogie, mengajak warga menyampaikan keluhan secara tenang dan bermusyawarah. Beberapa perwakilan dari warga diantaranya, Zulbahri,(Ketua KNPI Aceh Singkil), Anwar hakim, Jalaludin Tgr, dan Samsul, menyahuti bermuswarah dengan tenang dan santai bersama Kasat Lantas. 

Diawali oleh Kasat,Yogie, bahwa pihaknya melakukan Razia itu adalah Resmi dan dilakukan secara rutinitas sesuai Sprint Pimpinan. Pada sore itu adalah Razia secara Resmi dan penindakan pelanggaran kasat mata, walaupun bukan Razia gabungan. Sesuai peraturan, tidak elok warga melarang kami untuk Razia, ujar, Yogie.

Yogie mengatakan bahwa tidak ada peraturan perundang-undangan bahwa Polisi tidak boleh melakukan Razia pagi dan sore, maupun tidak boleh berkali-kali melakukan Razia dalam seminggu. "Kami Polisi (POLANTAS), siap kapan saja untuk melakukan Razia kendaraan sesuai peraturan dan Perundang-undangan, demi untuk keselamatan pengendara. Juknis dan lokasi Razia, hanya kami yang tahu dan semua dipertanggung jawabkan, itu sudah merupakan Tupoksi kami", tegas Yogie.

Zulbahri, menyahuti penyampaian Kasat, bahwa warga masyarakat tidak punya hak melarang Polisi melakukan Razia. Polisi melasanakan tugas sesuai undang-undang, namun harus lah menjunjung tinggi kearifan lokal, pinta Sabri.

"Mohon maaf kami pak Kasat, kami tidak patut melarang Polisi malakukan Razia kapan saja, dan dimanapun. Akan tetapi dengan Sikon seperti saat ini, rasanya warga agak sulit beraktifitas karena ketakutan melewati disaat ada Razia. Jangan lah Razia itu seperti minum obat? Kami tahu bahwa menegakkan aturan itu penting dan berguna, namun harus ada win-win solution agar masyarakat tidak terhalang mencari nafkah", ujar sang Ketua, KNPI.

Dalam diskusi warga dengan Kasat Lantas itu, sudah terlihat tenang dan santai, berakhir dengan Sharing positif. Pada prinsipnya warga tidak melarang Polisi untuk melakukan Razia kendaraan, akan tetapi dimohon dan diusulkan janganlah terlampau sering serta lokasi Razia itu hendaknya ber pindah-pindah (dalam lingkup Polres Aceh Singkil). 

 

Usulan warga itu disahuti oleh IPDA Yogie, dengan segera menyampaikan nya terhadap Pimpinan,  Kapolres Aceh Singkil. "Saya akan sampaikan usulan warga kepada pak Kapolres. Mudah-mudahan dapat solusi terbaik. Namun sangat diharapkan kepada seluruh masyarakat, patuhilah peraturan dan undang-undang ber lalulintas, wajib taat Hukum, agar kita senantiasa selamat dalam perjalanan dan beraktifitas", pinta Yogie, penuh keakraban.

 

Pantauan awak media, semenjak insiden di tugu Simpang empat kota Rimo itu, belum ada lagi Razia POLANTAS hingga berita ini diterbitkan.(MBP-News, Hitler Tgr). 

Bhayangkaraperdana-news.com Aceh Singkil,  Bupati Aceh Singkil Dulmusrid, Menyampaikan dalam Pembahasa Nota Pengantar KUA / PPAS APBK Aceh Singkil T. A 2021 saat Sidang Paripurna. Senin, (19/10/20) 

Sidang berlangsung di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Singkil.

Bupati Aceh Singkil menyampaikan bahwa arah kebijakan Pembangunan Pemda Aceh Singkil di tahun 2021 ialah guna untuk meningkatkan Kualitas Ekonomi Lokal yang berdaya saing. 

Ada 7 (tujuh) Prioritas  Pembangunan yang disampaikan adalah; Peningkatan Infrastruktur yang ter integrasi, Peningkatan kualitas ekonomi lokal, Pembangunan Prawisata, Perikanan dan Pertanian.,  Memacu pertumbuhan Agroidustri dan idustri kreatif., Peningkatan   pertumbuhan Sumber daya Manusia yang berkualitas., Penanggulangan Bencana., Pelestrian Lingkungan. 

Harapan kedepan semoga Bupati dan DPRK dapat sepakat bersama dalam Nota kesepatan KUA dan PPAS APBK Aceh Singkil. (Mbp-News Helvi manik, SH)

Bhayangkaraperdana-news.com Aceh Singkil,  Bupati Aceh Singkil Dulmusrid, Menyampaikan dalam Pembahasa Nota Pengantar KUA / PPAS APBK Aceh Singkil T. A 2021 saat Sidang Paripurna. Senin, (19/10/20) 

Sidang berlangsung di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Singkil.

Bupati Aceh Singkil menyampaikan bahwa arah kebijakan Pembangunan Pemda Aceh Singkil di tahun 2021 ialah guna untuk meningkatkan Kualitas Ekonomi Lokal yang berdaya saing. 

Ada 7 (tujuh) Prioritas  Pembangunan yang disampaikan adalah; Peningkatan Infrastruktur yang ter integrasi, Peningkatan kualitas ekonomi lokal, Pembangunan Prawisata, Perikanan dan Pertanian.,  Memacu pertumbuhan Agroidustri dan idustri kreatif., Peningkatan   pertumbuhan Sumber daya Manusia yang berkualitas., Penanggulangan Bencana., Pelestrian Lingkungan. 

Harapan kedepan semoga Bupati dan DPRK dapat sepakat bersama dalam Nota kesepatan KUA dan PPAS APBK Aceh Singkil. (Mbp-News Helvi manik, SH)

Bhayangkaraperdana-news.com Aceh Singkil,  Bupati Aceh Singkil Dulmusrid lantik Samsudin sebagai Imam mukim di desa Gosong Telaga,  Kecamatan Singkil Utara. 

Pemilihan imam mukim tersebut di selenggarakan di Kecamatan Singkil Utara sebelum pelantikan beberapa waktu yang lalu. 

Pada saat itu Samsudin atau biasa di sapa dengan sebutan Pak Ateng unggul sebagai Calon pemenang dengan membawahi jumlah suara dua Kanidat calon lainnya. 

Pelantikan itu berlangsung di Aula Kantor Camat Singkil Utara, (13/10/2020)

" Saya berharap kepada mukim yang dilantik agar amanah dalam menjalankan tugas-tugas nya sebagai Pemimpin  Adat kedepan, Jadilah Panutan ditengah-tengah Masyarakat. 

Ucapnya:Dulmusrid (Bupati Aceh Singkil) 

Kami juga mengucapkan, terimakasih kepada mukim yang lama, dimana telah mengabdikan diri selama menjabat dalam pemerintahan daerah guna untuk mengatur Adat istiadat, Tutupnya Dulmusrid (MBP News Aceh Singkil, Helvi, SH)