GROBOGAN - bhayangkaraperdananews.com  .Acara Kegiatan workshop jurnalistik Insan Pers Jawa Tengah (IPJT) yang di selenggarakan oleh IPJT cabang Kabupaten Grobogan pada hari Kamis tanggal ( 29/10/2020)  bertempat di hotel Kyriad Grand Master Purwodadi terbilang sukses dengan mematuhi aturan protokol Kesehatan yang di canangkan oleh Gugus tugas Covid 19 kabupaten Grobogan melalui 3M.
 
Seminar atau worksop jurnalistik yang menghadirkan Narasumber Sultoni SPd,MPd yang menyandang predikat pendidik dan Jurnalistik  ini memberikan materinya secara terkonsep dan sistematis , sehingga mudah di mengerti,di pahami dan di terima peserta seminar worksshop tersebut. Dalam pemaparannya bahwa pondasi bagi seorang jurnalis adalah kejujuran , disiplin dan bersikap independen.  Kepada teman2  jurnalis SULTONI,SPd, MPd berpesan untuk terus belajar dan belajar lagi , jangan cukup puas dengan apa yang sudah didapat,agar para peserta makin tajam dalam melihat , cerdas dalam bertindak , dan jujur dalam membuat karya sebuah peristiwa yg menjadi sebuah berita yang di sajikan pada pembaca.
 
Pada saat sedang mengisi materi wokshop, Sultoni SPd,MPd sempatnya menyanyikan penggalan lagu Kosidah  era 90 an.  ” Ratu dunia ratu dunia.. oh wartawan ratu dunia…  apa saja kata wartawan
 
Mempengaruhi pembaca koran..Tetapi bila wartawan suka membuat keonaran..tak jujur suka berdusta..tak beriman tak bertakwa..bila merusak dunia..ibarat racun dunia,” dendangnya dengan penuh semangat dan di sambut riuh gemuruh dan tepuk tangan oleh peserta workshop pada saat itu.
 
Kegiatan seminar atau workshop jurnalistik  yang di ikuti oleh Awak media  dari berbagai media yang tergabung dalam satu wadah yaitu (IPJT) Insan Pers Jawa Tengah  di cabang Grobogan tersebut mendapat apresiasi dgn nilai yg istimewa  dari Ketua IPJT cabang Kabupaten  Grobogan  maupun pengurus IPJT Daerah Jawa Tengah .
Sungguh Luar biasa, kegiatan yang di ikuti tiga belas kabupaten/kota berjalan lancar dan sukses, Semoga kegiatan workshop jurnalistik ini menjadikan bekal peserta agar mampu menerapkan ilmu jurnalistik dengan profesional,” Kata MUGIONO ketua IPJT cabang Kabupaten Grobogan ,kepada Tim Media bhayangkara perdana news Grobogan di sela terselenggaranya acara tersebut.
Terpisah Plt Ketua Umum IPJT  Sigit Tri Hartanto dalam keterangannya kepada Tim Media bhayangkara perdana news Grobogan  bahwa acara tersebut  dapat apresiasi yg baik,karena keberhasilan dan kesuksesannya penyelenggaraan kegiatan tersebut, Tanpa team yang solid tidak mungkin acara ini berjalan sesuai rencana, apalagi situasi saat ini masih dalam suasana pandemi covid 19, semoga acara sukses ini bisa di contoh oleh  I PJT cabang kabupaten lainnya,” terang Sigit Tri Hartanto Plt Ketua umum I PJT .
 
Sementara itu Trenggono Ketua  Panitia Workshop Jurnalis Kabupaten Grobogan, di temui oleh Tim Media bhayangkara perdana news Grobogan usai acara menyampaikan, terima kasih kepada segenap Panitia yang sudah berjuang selama dua bulan lebih demi terlaksananya acara workshop jurnalistik ini, Dan Alkhamdulillah acara berjalan lancar dan sukses, walaupun masih ada kekurangan dan ini akan menjadi evaluasi kami,” ulas Trenggono.
 
  Trenggono Ketua panitia workshop jurnalis  I PJT cabang Kabupaten Grobogan Jawa Tengah  dalam keterangannya menyampaikan, mohon maaf kepada para peserta workshop jurnalistik dan para undangan terutama kepada Pjs Bupati Grobogan yang di wakili Kadis Infokom dan Kapolres Grobogan yang juga di wakili Kasat Intel dan tamu undangan lain, apabila kami dalam memfasilitasi ada kekurangannya atau kurang berkenan,dalam penyajiannya sekali lagi mohon maaf yang sebesar besarnya,” pungkasnya. (MBP-NEWS GROBOGAN BANU DM).
 
GROBOGAN - bhayangkaraperdananews.com , Dalam Menghadapi musim tanam satu ( MT1 ) stok pupuk di Kabupaten  Grobogan sudah memenuhi dalam arti cukup.  Artinya ada sedikit peningkatan dibanding tahun kemarin yang semula 76 ribu ton, untuk tahun ini meningkat sehingga menjadi 77 ribu ton.
Mengenai adanya informasi pupuk langka sebetulnya tidak benar. Hanya saja selama ini pengecer masih ragu dan ketakutan memberikan pupuk ke petani karena belum ada tanda memiliki kartu tani.
 
Demikian keterangan yang disampaikan DR Sunanto Plt Dinas Pertanian kabupaten Grobogan pada acara ramah tamah dan sherring pendapat dengan jajaran IPJT ( Insan Pers Jawa Tengah ) cabang Grobogan pada hari  Senin tanggal  (26/10/2020) di RKG (Rumah Kedelai Grobogan) Jalan Raya Purwodadi - - Solo KM 4 Sukorejo Toroh.
 
Plt Dinas pertanian kabupaten Grobogan DR
Sunanto juga menambahkan meskipun per tanggal 1 September 2020 Kartu Tani sudah dicabut gejolak petani masih ada dan BRI sendiri juga belum siap.
 
" Sejak adanya surat dari Kementrian pertanian kita segera bergerak dan mensosialisasikan ke pengecer bahwa petani bisa dilayani tanpa menggunakan kartu tani, " Terang, Plt Dinas pertanian kabupaten Grobogan DR Sunanto.
 
Ditanyakan oleh Imam  Suranto selaku Divisi Humas IPJT (insan pers jawa tengah) cabang Grobogan soal letak kekawatiran dan ketakutan pengecer dibagian mana Plt Ka Dinas Pertanian Sunanto menjelaskan ketakutan itu soal harga. Artinya harga pupuk Urea mencapai harga Rp.300 .000,00 sedangkan kalau beli dengan subsidi hanya diharga Rp.90.000,00 .
 
Jadi selisih harga yang fantastis membuat pengecer ragu dan ketakutan kalau tidak dibayar oleh pemerintah. Dengan gerak cepat dan memberikan penjelasan serta inovasi bimbingan kebawah kondisi tentang pupuk saat ini yang sudah berangsur pulih dilapangan.
 
" Masalah pemahaman yang harus pakai kartu tani untuk mendapatkan pupuk sekarang sudah bisa diatasi." Jelas DR Sunanto,  yang saat ini masih aktif menjabat sebagai Ka.Dinas Petahanan Pangan kabupaten  Grobogan.
Masih menurut DR Sunanto Plt Dinas pertanian kabupaten Grobogan, "
Untuk MT1 saat ini dinas pertanian sudah punya data daerah  mana saja yang membutuhkan pupuk,
Baik untuk tanaman padi, jagung dan tanaman palawija lainnya.Bahkan stok digudang  masih ada 8.000 Ton yang harus segera diambil oleh petani,"ulas ,DR Sunanto.
 
Masih DR Sunanto," Sedangkan PT Pusri dan PT Petrokimian yang ada di Grobogan sebagai distributor tetap berbegang pada RDKK ( Rencana Divinitif Kebutuhan Kelompok ) tani dimasing - masing kelompok,
Untuk itu sebaiknya petani diwajibkan masuk dan aktif sebagai anggota kelompok tani di desanya masing - masing ,
Sehingga kebutuhan pupuk bisa dipenuhi dalam pengajuan RDKK nantinya. Dan kendala petani yang masih bingung serta tidak mau mendaftar terkadang masih sering dijumpai dilapangan,"Pungkas, DR Sunanto Plt Dinas pertanian kabupaten Grobogan. ( MBP-NEWS GROBOGAN BANU DM)
 
 
 

Bhayangkaraperdana-news.com Boyolali - Perwakilan BEM di Boyolali bersama Polres Boyolali melaksanakan Baksos Tebar Kebaikan dalam Rangka Memperingati Hari Sumpah Pemuda Ke 92 Bulan Oktober 2020 dengan berbagi kepada masyarakat Boyolali terdampak Pandemi covid-19 dan sebagai bentuk menolak aksi anarkisme dalam mengemukakan pendapat di muka umum, Rabu (28/10/2020) 

Adapun perwakilan dari BEM di Boyolali diantaranya Universitas Boyolali, STIKES Estu Utomo dan STIAB Smaratungga, Selaku Korlap adalah Ketua BEM UBY Asnan Adib menjelaskan jumlah total Nasi Kotak yang dibagikan sebanyak 300 kotak, dan di salurkan ke Panti Asuhan Anak Yatim Darul Hadlonah 1 Boyolali, Tukang Parkir,Buruh Gendong, Petugas Kebersihan Jalan, serta Kost mahasiswa di Sekitar kampus serta diperuntukkan bagi masyarakat tidak mampu dan terdampak Pandemi COVID-19 bagi warga Boyolali dan sekitarnya.

Melalui kegiatan ini sesuai dengan tema Hari Sumpah Pemuda Ke 92 yaitu “ Pemuda Indonesia Bersatu dan Bangkit ”, Kita mengimplementasikan semangat ini untuk kebaikan dengan kegiatan yang positif kepada masyarakat yang terdampak Pandemi Covid-19 dan kami Tegaskan juga Kami menolak Segala Bentuk Aksi Anarkisme di Boyolali khususnya dan Jawa Tengah umumnya." ucap Asnan Adib kepada Media, Rabu (28/10)

Kegiatan tersebut mendapatkan apresiasi dari Kapolres Boyolali AKBP RAHMAT NURHIDAYAT, S.I.K., S.H, bahwa himpunan BEM Boyolali dapat bersinergi dalam hal positif dengan pemerintah melalui Polres Boyolali.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh organisasi kemahasiswaan telah berkerjasama dengan Polres Boyolali dalam menjaga Semangat Hari Sumpah Pemuda dengan kegiatan Positif dan memberikan Baksos kepada masyarakat Boyolali yang Terdampak Pandemi Covid-19” Ujar Kapolres Boyolali

“Kita selalu kedepankan proaktif, bukan reaktif, kita carikan win win solution untuk kebaikan semuanya. Artinya, pada saat ini masih dalam kondisi pandemi Covid-19, masalah itu juga cepat selesai dan pandemi Covid-19 juga teratasi,” tambah Kapolres.

Ada 9 orang perwakilan Himpunan BEM Boyolali yang ikut aksi ini, dan kita tetap patuhi protokoler. Selain kegiatan tersebut Himpunan BEM Boyolali ini juga menyatakan sikap menolak aksi demo anarkis.

Pernyataan Himpunan BEM Boyolali ini menyikapi aksi unjuk rasa tolak UU Cipta Kerja yang terjadi di beberapa wilayah di Jawa Tengah. Dalam aksi demo tersebut diduga disusupi oleh provokator yang tidak bertanggung jawab yang membuat aksi unjuk rasa menjadi anarkis  dan berakibat rusaknya fasilitas umum. (MBP-DJOKO W)

 
GROBOGAN - bhayangkaraperdananews.com  Persatuan Pemuda Grobogan ( PPD )  tolak Golput,karena masih adanya sikap beberapa kelompok masyarakat yang tidak memilih atau Gol Put,demikian informasi yg banyak di terima dari masyarakat  oleh Media Wartajavaindo Grobogan.
 
Warga negara yang baik tetap hadir dalam pemilu dan menggunakan hak pilihnya.Karena kita hidup dinegara demokrasi yang harus memiliki wakil baik yg duduk di pemerintahan maupun di Dewan.
 
Itulah sikap tegas yang disampaikan oleh ketua PPG kab Grobogan Khomarudin dalam acara  deklarasi pemilu damai dan menolak Gol Put pilbup 2020 yang diselenggarakan di gedung Sasana Candi Rasa komplek Candi Joglo Krangganharjo Toroh kab Grobogan  pada hari Selasa tanggal  ( 27/10/2020 ).
 
Kegiatan yang diikuti 50 aktivis pemuda Grobogan berjalan dengan baik dan mengikuti protokol kesehatan dgn 3M , Hadir dalam kegiatan tersebut Ngatiman S.Pd dari KPU Grobogan, serta jajaran Polres Grobogan yang diwakili Kabiro Intelkam Polres Grobogan. Dalam ceramahnya," Pujiyanto Kertapati ( Gepeng ) memaparkan bahwa Gol Put akan merugikan masyarakat sendiri maupun dirinya sendiri ,Artinya siapapun yg menjadi calon yang sudah syah terdaftar di KPU harus dipilih dan warga negara yang baik dan bertanggung jawab tetap harus menggunakan hak pilihnya dengan baik," ungkap, Pujiyanto.( MBP-NEWS GROBOGAN BANU DM)

Bhayangkaraperdana-news.com Brebes – Dalam melakukan Pengecekan Exit Tol Brebes Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi ditemani Pamatwil Dirgakkum Korlantas Polri Brigjen Pol Kus Hariyanto, Kabag OPS Korlantas Polri Kombes Pol Rudi Antariksawan, Kasubdit STNK Korlantas Polri Kombes Pol Bakharuddin dan PJU, Polda Jawa Tengah lakukan antisipasi dengan memberlakukan Operasi Zebra Candi yang terhitung mulai tanggal 26 Oktober - 06 November nanti.

Guna mengantisipasi jumlah kendaraan yang diprediksi akan mengalami kenaikan selama libur panjang dan cuti bersama Maulid Nabi mulai 28 Oktober-1 November 2020, Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi laksanakan Pengecekan Exit Tol Brebes dalam agenda Pemantauan arus Libur Panjang. Selasa (27/10/2020)

Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi menyampaikan ,"Operasi Candi Zebra ini dengan harapan arus mudik dari Jakarta dapat terurai sampai di rumah masing-masing." ucapnya Selasa (27/10/2020)

Pantauan sampai siang ini situasi normal meski begitu Polda Jateng prediksi akan ada kenaikan kendaraan nanti malam, namun secara umum arus mudik sekarang berbeda dengan arus mudik sebelumnya.

"Arus mudik sekarang berbeda dengan yang dulu karena disini masih ada pemberlakuan operasi yustisi dalam rangka memangkas terkait dengan Covid-19 khususnya di Jajaran Polda Jawa Tengah." tutur Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi, Selasa (27/10).

Dari 17 Rest Area yang tersebar di Tol wilayah Polda Jawa Tengah sudah kita laksanakan pengecekan suhu dan Rapid Test.

"Kita bekerjasama dengan gugus tugas termasuk pembatasan Rest Area dari fluktuatif kendaraan hal ini untuk pembatasan masyarakat di wilayah Jawa Tengah." tutur Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi, Selasa (27/10).

Polda Jateng telah kerahlan 1.700 personil yang tergelar mulai dari Brebes sampai Rembang dengan 4 pos yang digelar yaitu Brexit Brebes, Kalikangkung, Banyumas, Rembang yang terakhir wilayah Brebes yang paling utara.

"Ada sekitar 8.000 kendaraan yang masuk, 4.000 kendaraan menuju arah selatan 4.000 lagi geser ke arah kita, dan prediksinya nanti malam karena sampai siang ini masih landai." kata Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi, Selasa (27/10).

Kapolda Jateng menekankan kepada seleluh Kasatwil Jajaran Polda Jateng agar Mengamankan Personil dahulu dari Penyebaran COVID-19 sebelum Mengamankan Masyarakat, maka dari itu agar seluruh anggota yang melaksanakan pengamanan menggunakan APD dan Matuhi Protokol Kesehatan terlebih dahulu dalam melaksanakan tugas Dilapangan.

Kapolda Jateng juga telah perintahkan Kapolres jajaran untuk bekerja sama dengan unsur TNI, Pemkab/Pemkot  dan Gugus Tugas untuk membuat unit kecil lengkap

"Jadi objek wisata akan kita pantau oleh petugas kita yang akan mengawasi tentu saja dengan protokol kesehatan ketat, kalo biasanya itu objek wisata ada 1.000 orang kita batasi jadi 500 orang." kata Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi, Selasa (27/10)

Polri gunakan pola preemtif dan preventif dalam rangka adaptasi kehidupan baru dengan mendidik masyarakat agar terbiasa menggunakan masker. Polda Jateng bersama masyarakat juga membentuk kampung candi, kampung siaga dan pesantren candi

"Meskipun dimasing-masing Polres memiliki penerapan yang berbeda beda tetapi akarnya satu yaitu masyarakat terdidik untuk ikut serta memotong persebaran Covid-19." ucap Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi, Selasa (27/10).

Terkait penyampaian pendapat dimuka umum wilayah Jawa Tengah rata-rata tertib, Kapolda Jateng juga menyampaikan bahwa  boleh menyampaikan pendapat di muka umum tetapi tidak anarkis.

"Untuk wilayah Jawa Tengah, penyampaian pendapat di muka umum hampir rata-rata landai bahkan tidak ada itu 4 (empat) hari ini." ucap Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi, Selasa (27/10). (MBP-DJOKO W)